Home » » Awas..!!! Banyak hal yg bisa mengurangi pahala puasa

Awas..!!! Banyak hal yg bisa mengurangi pahala puasa

Posted by Shona Design on 22 August 2009

Marhaban Ya Romadhon... Marhaban Ya Syahrus Shiyaam... Selamat datang Romadhon, puji syukur kehadiratMu Ya Robbi, karena sampai detik ini aku masih Kau beri ijin untuk menapaki bulan nan suci ini. Mari kita menyimak sedikit ulasan tentang apa apa saja yang bisa mengurangi pahala puasa. Karena hal ini merupakan hal sepele yang kadang kita tidak menyadari telah melakukannya. Hmmm...sungguh merugi, bila kita telah menjalankan puasa, tiada makan dan tiada minum, tapi... bila yang kita dapat hanya lapar dan dahaga saja. Mari kita simak beberapa hadits berikut ini : “Sesungguhnya puasa itu bukan menahan dari makan dan minum saja, hanyalah puasa yang sebenarnya adalah menahan dari laghwu (ucapan sia-sia) dan rafats (ucapan kotor), maka bila seseorang mencacimu atau berbuat tindakan kebodohan kepadamu katakanlah: ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa’.” [Shahih, HR Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, dan Al-Hakim, lihat kitab Shahih Targhib]

Dari Abu Hurairah ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Allah berfirman : …maka bila pada hari puasanya seseorang di antara kalian janganlah ia melakukan rafats dan janganlah ia yashkhab (berteriak, ribut), bila seseorang mencacimu atau mengganggumu maka katakanlah: ‘Saya ini orang yang sedang berpuasa…’.” [Shahih, HR Al-Bukhari]

Dari Abu Hurairah dari Nabi ia bersabda: “Janganlah kamu saling mancaci (bertengkar mulut) sementara kamu sedang berpuasa maka bila seseorang mencacimu katakana saja: ‘Sesungguhnya saya sedang berpuasa’, dan kalau kamu sedang berdiri maka duduklah.”
[Shahih, HR Ibnu Khuzaimah: 3/241, Nasa’i dalam Sunan Kubra: 2/241 Ibnul Ja’d: 1/411, tanpa kalimat terakhir. Imam Ahmad dalam Musnad:2/505 dan Ath-Thayalisi dalam Musnad:1/312. Lihat Shahih Targhib]

Dari hadits-hadits di atas maka dapat kita simpulkan bahwa pembatal pahala puasa atau yang akan menguranginya adalah sebagai berikut:

1. Qauluz-zur yakni ucapan dusta [Fathul Bari:4/117]
2. Mengamalkan qouluz-zur yakni perbuatan yang merupakan tindak lanjut atau konsekuensi dari ucapan dusta [Fathul Bari:4/117]
3. Jahl yakni amalan kebodohan [Fathul Bari:4/117]
4. Rafats yakni seperti dijelaskan Al-Mundziri: Terkadang kata ini disebutkan dengan makna bersetubuh, dan terkadang dengan makna, ‘kata-kata yang keji dan kotor’ dan terkadang bermakna ‘pembicaraan seorang lelaki dan perempuan seputar hubungan sex’, dan banyak dari ulama mengatakan: ‘yang dimaksud dengan kata rafats dalam hadits ini adalah ‘kata kotor keji dan jelek’. [Shahih Targhib:1/481] dengan makna yang terakhir ini maka punya pengertian yang lebih luas dan tentu mencakup makna-makna yang sebelumnya disebutkan. –Wallahu A’lam’-
5. Laghwu yakni ucapan yang tidak punya nilai atau manfaat [lihat An-Nihayah:4/257 dan Al-Mishbahul Munir:555] dan –wallahu a’lam- mencakup juga amalan yang tidak ada manfaatnya [lihat semakna dengannya kitab Faidhul Qodir:6228]
6. Shakhab yakni bersuara keras dan ribut dikarenakan pertikaian [An-Nihayah:3/14, Lisanul Arab:1/521] Asy-Syaikh Al-Albani mengatakan: Yakni jangan berteriak dan jangan bertikai [catatan kaki Mukhtashar Shahih al-Bukhari:443]
7. Bertengkar mulut

Demikian beberapa hal yang mesti dijauhi saat seseorang sedang berpusa agar pahanya tidak berkurang atau batal, disamping menjauhi hal-hal yang akan membatalkan puasanya. Dan diantara yang akan mensucikan puasa seseorang dari Laghwu dan rafats diatas adalah ia menunaikan zakat fitrah, sebagaimana tersebut dalam hadits.

Dari Ibnu Abbas ia berkata: “Rasulullah mewajibkan zakat fitrah sebagai pensuci bagi puasa dari laghwu dan rafats dan sebagai pemberian makan untuk orang-orang miskin, maka barangsiapa yang menunaikannya sebelum shalat maka itu zakat yang diterima. Dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat, maka itu adalah sebagai sedekah dari sedekah-sedekah yang ada” [HR Al-Hakim dalam kitab Al-Mustadrak dan beliau mengatakan: Shahih sesuai syarat Al-Bukhari namun Al-Bukhari dan Muslim tidak meriwayatkannya]

Semoga bermanfaat, Wallahu a’lam…

(Dikutip dari tulisan al Ustadz Qomar ZA, Lc, judul asli Pembatal Pahala Puasa)


20 komentar:

  1. makasih sob.......atas pencerahannya

    ReplyDelete
  2. makasih bayak nih.....

    nice info.... :)

    ReplyDelete
  3. makasih banyak atas artikelnya, semoga di bulan puasa ini kita beribadah dengan tenang dan khusuk

    ReplyDelete
  4. Makasih sob!!! atas infonya yang bagus nich!

    ReplyDelete
  5. Alhamdulillah, syukran peringatannya, kita bersama berusaha menjaga diri dari hawa nafsu :)

    ReplyDelete
  6. hm.... makasih yg telah baca tulisan ini, moga kita smua dihindarkan dari hal yang membatalkan pahala puasa...amiiin

    ReplyDelete
  7. mas kalao pacaran online mbatalin puasa gak ia. yman, smsan, telp2an mesra, dsb.

    oia selamat ya. jadi salah satu pemenang kontes review alnect computer. meskipun belum mendapatkan hadiah sesuai harapan setidaknya dari kemenangan ini bisa menjadi penyemangat, menjadi pembakar, menjadi cambuk untuk meningkatkan kreatifitas dan kualitas tulisan/review. untuk menghadapi kontes alnect ke2 atau kontes review lainnya. tetap semangat ya.. jangan pernah putus asa..

    ditunggu komentar berkualitasnya dalam tulisan 'Rumah Impian...'.cheers..

    ReplyDelete
  8. @rumah impian eros... pacaran online bukan termasuk membatalkan puasa, tapi... bisa mengurangi pahala puasa, karena itu...sebisa mungkin kita meminimalkan hal-hal yang bisa mengarah ke syahwat, karena syahwat termasuk salah satu dari hal yang bisa mengurangi pahala puasa.
    :)

    ReplyDelete
  9. itulah gunanya keimanan dan ketakwaan kita, karena semuanya akan bisa di bendung jika iman kita kuat dan menahan nafsu dari segala yang membatalkan puasa.. hihihihi

    ReplyDelete
  10. Selamat menyambut bulan suci ramadhan bos..
    salam manis dari Karawang :)

    ReplyDelete
  11. Dah Ramadhan nih, sayang jika dilewatkan hanya menahan makan dan minum. Sementara masih banyak saudara kita di Palestina yang tak hanya lapar dan haus, tetapi juga tekanan mental dan penjajahan Kaum Zionis, Israel dan sekutunya Amerika.,,

    ReplyDelete
  12. kalo pegangan tangan n naek mtr pelukan sm pcr,
    mengurangi pahala g?

    ReplyDelete
  13. @ anonim... jangankan pacaran.. mikir ngeres aja bisa ngurangin pahala lho.. inti dari puasa kan "menjaga" dari segala nafsu, termasuk di sana ada nafsu syahwat, nah... pegangan tangan, pelukan itu beberapa hal yg bisa memancing timbulnya syahwat (pasti tau kan, apa itu syahwat?) hehe.. sebisa mungkin, hindari itu.. baik pada bulan puasa, maupun tidak pada bulan puasa.. belum muhrim.

    ReplyDelete
  14. yahhhhhhhhhha... kok pake hadist albani????? albani itu bukan muhaddits,, ngapain pake hadits2 versi dia !!!!

    ReplyDelete
  15. Btw, Bulan rabiul akhir begini pada puasa gak?

    ReplyDelete
  16. Info,a bagus bro,,
    Selamat menunaikan ibadah puasa ya,, :D

    ReplyDelete

Silahkan berkomentar, mohon tidak menuliskan SARA

.comment-content a {display: none;}