Home » » Menumbuhkan Karakter Pelajar Islami

Menumbuhkan Karakter Pelajar Islami

Posted by Shona Design on 18 July 2015

Tidak tanggung tanggung , Setiap urusan manusia diatur oleh islam. Sampai perkara yang kita anggap sepele islam ada disana, apalagi dalam perkara yang besar,islam psati membimbing ini adalah bukti bahwa allah mencintai hamba-Nya, karena aturan Allah berarti kasih sayang Allah. Jika patuh, cinta Allah akan tercurah dan jika membangkang,murka Allah akan didapat. Selain itu, ada banyak hikmah yang terkandung di dalam setiap syariat yang Allah atur . seperti halnya shalat dan shaum yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh . Atau Zakat, infaq dan shadaqah yang selain sebagai penyuci jiwa dan harta juga sebagai jurus jitu memperlancarkan dan membarakahi rezeki.
Ada banyak ajaran islam yang komperehensif ( mencakup seluruh aspek kehidupan). Salah satunya adalah islam mengajarkan bagaimana umatnya mesti memiliki sifat dan karakter yang positif. Ada tujuh hal yang berkenan dengan ajaran agama tentang character building (pembangunan karakter)
Meninggalkan yang Sia Sia
            Pertama,Islam Mengajarkan agar umatnya meninggalkan yang sia sia. Dalam kaca mata dunia saja, yang sia sia itu akan mengantarkan kepada kerugian. Ketika seorang pelajar enjoy dengan lamunan dan khayalannya padahal sang guru sedang memberikan penjelasan materi ajar, hampir dipastikan si pelajar tersebut tidak akan mendapatkan ilmu yang disampaikan guru. Alhasil, ya… ketika guru memberikan soal latihan, Ia sibuk tanya sana tanya sini, tengok kiri tengok kanan, padahal soalnya mudah.
        Hal demikian merupakan kesia-siaan. Nah, sebagai pelajar yang baik, kita semestinya meninggalkan segala bentuk kesia-siaan karena meninggalkan yang sia-sia karena meinggalkan yang sia-sia dan tidak meemberi manfaat merupakan ciri baiknya Islam seseorang.
Tidak Menunda Waktu
            Kedua, kita dibimbing agar tidak menunda-nunda Waktu. Hari ini, ya… hari ini. Esok, ya…esok. Pemanfaatan waktu yang efektif akan membuahkan kemenangan dalam berkompetisi merebutkan “piala”. Dalam kamus sang pemenang, tidak akan di temukan waktu luang. Guliran waktu selalu penuh deng hal-hal positif. 
Profesionalitas Amal
          Ketiga, dalam melaksanakan aktifitas, kita dituntut untuk professional. Profesionalitas yang tinggi akan menjadi salah satu penunjang utnuk menjadi yang pertama sampai  di garis finish di sirkuit kehidupan, sehingga kita akan berdiri di podium dan mengangkat tropi kemenangan sambil sumringah tersenyum.

Pahala amal
          Keempat, Allah SWT memberikan wejangan bahwa, setiap hal yang kita perbuat akan berbalaskan ganjaran yang setimpal. Amal baik ganjarannya baik. Amal buruk ganjarannya buruk. Faman Ya’mal mitsqala dzarratin khairan yarahu, waman ya’mal mitsqala dzarratin syarran yarahu. Maka siapa saja yang mengerjakan kebaikan sebesar dzarrah(molekul terkecil) pun, ia akan melihat ganjarannya (surga), dan siapa saja yang mengerjakan amal kejelekan sebesar dzarrah pun, ia akan melihat ganjarannya (neraka). (Q.S. Al Zalzalah [99]: 7-8).

Wara’ (Hati-hati)
        Kelima, sikap hati-hati dalam hidup akan menguncupkan buah yang matang nan manis. Sikap hati-hati bisa juga di katakana sebagai sikap taqwa. 

Jujur itu mata uang abadi
        Keenam, Rasulullah mengajarkan kepada kita agar selalu hidup jujur. Jujur dalam berbicara dan jujur dalam beramal. Sikap jujru akan membawa kita menuju Al-Birr (Kebaikan) dan kebaikan akan membawa kita menuju Al Jannah (Surga).

Ketika seseorang sudah berani berbicara tidak jujur, minimal madlaratnya akan dirasakan di dalam hatinya. Ia tidak tenang berhadapan dengan orang yang dibodohinya, karena takut ketahuan. Selain itu, sekali tidak jujur, maka pintu-pintu kebohongan akan terus dibuka yang pada akhirnya menjadi pembohong. Jujur adalah mata uang abadi yang berlaku dimana-mana. Dusta adalah mata uang palsu yang tidak berlaku di seluruh dunia. Mengedarkan  “mata uang palsu” akan dijebloskan kedalam “sel” oleh Allah SWT.

Prasangka boleh, asal baik (Husnuzh-zhan)
Ketujuh, berprasangka bukanlah solusi hidup yang baik. Hindarilah prasangka buruk dan busuk. Ini tidak baik dalam menjallin ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah Imaniyah. Bangunlah pikiran positif sehingga ketika ada sesuatu yang tidak biasanya pada diri sahabat kita, kita tidak mengedepankan sangkaan yang tidak-tidak.
Penutup

Oleh karena itu, mari kita sama-sama menciptakan kepribadian dan karakter pelajar muslim pada diri kita sehingga Allah mencatat kita sebagai muslim. Seluruh cara berhidup, mari kita serahkan dan sandarkan kepada aturan yang telah ditetapkan oleh Allah dan Rasulullah. Dengan begitu, insya Allah tujuan hidup kita yakni bahagia di dunia dan di akhirat akan terwujud sempurna. (Inilah yang dinamakan prestasi yang gemilang).
Wallahu a’lam.

Di ambil dari berbagai sumber.



0 komentar:

Post a Comment

Silahkan berkomentar, mohon tidak menuliskan SARA

.comment-content a {display: none;}